BAB 1
PENGENALAN DUNIA REKAYASA INDUSTRI
1.1.DEFINISI
Saat ini skenario tekno ekonomi
berkembang dengan ditandainya makin meningkatnya persaingan hampir di semua
sektor ekonomi. Harapan dari pelanggan yaitu pada peningkatan perencanaan di
dalam desain suatu produk manufaktur dan hasil produknya bervariatif dengan menerapkan “ economic of scale “ untuk
menangkap peluang para pelanggan/pengguna. Inilah tantang dari para manufaktur
untuk menghasilakan produk yang berkualitas dan tepat waktu serta tepat harga
agar para manufaktur tumbuh dan bersaing dengan sehat dipasar. Kebutuhan akan
meningkat dengan demikian perusahaan dituntut untuk melakukan efesiensi
produktivitas di dalam organisasi.
Dalam hal ini rekayasa industri
berperan untuk dapat meningkatkan produktivitas.
Berbagai cara rekayasa industri
diterapkan untuk menganalisis serta memperbaiki metode kerja untuk
menghilangkan pemborosan dengan mengalokasikan serta menempatkan sumberdaya
yang ada diperusahaan dengan tepat
Rekayasa industri adalah sebuah
profesi yang mana pengetahuan matematik serta pengetahuan dapat dipelajari,
serta pengalaman dapat digunakan untuk memutuskan cara yang paling ekonomis
dalam penggunaan bahan, serta sumber daya yang ada dalam perusahaan dengan sebaik
baiknya untuk mendapatkan keuntungan serta kebaikan manusia secara umum.
AMERICAN INSTITUTE of INDUSTRIAL ENGINEERING ( AIIE ),
mendifinisikan Rekayasa indusri adalah: sebagai berikut :
“ INDUSTRIAL ENGINEERING IS CONCERNED
WITH DESIGN, IMPROVEMENT AND INSTALLATION OF INTEGRATED SYSTEM OF MEN,
MATERIALS AND EQUIPMENT. IT DRAWS UPON SPECIALISED KNOWLEDGE AND SKILLS IN
MATHEMATICAL, PHYSICAL SCIENCES TOGETHER WITH THE PRINCIPLES AND METHODS OF
ENGINEERING ANALYSIS AND DESIGN TO SPECIFY, PREDICT AND EVALUATE THE RESULTS TO
BE OBTAINED FROM SUCH SYSTEM” 1).
Tujuan utama dari rekayasa industri
adalah meningkatkan produktivitas dengan meniadakan pemborosan dan tidak
produktive nya dalam operasi dan penggunaan secara efektif sumberdaya yang ada
dalam perusahaan.
REKAYASA INDUSTRI DAN TEKNOLOGI
INFORMASI
Informasi unsur yang sangat penting
bahkan sebagai kunci utama untuk mendapatkan sistem yang terpadu /terintegrasi
antara satu kegiatan dengan kegiatan
dalam perusahaan bahkan antara entitas dengan entitas.
Rekayasa industri sebagai suatu
disiplin ilmu saat ini merupakan terobosan didepan dalam arti mampu untuk
mengakomodasi semua informasi baru untuk dapat mengimbangi dan sebagai arahan
dalam merencana, mengembangkan pengelolaan, serta pertumbuhan sistem
pengelolaan yang semakin kompleks, dan menjadi sarana interaksi antara manusia
dengan mesin dan peralatan serta bahan baku dalam suatu sistem produksi.
Kemampuan sistem teknologi informasi adalah dapat membantu untuk meningkatkan koordinasi
antar departemen atau bagian secara efektif dan menjadikan saling ketergantungan
antar departemen terkait. Seorang sarjana teknik industri harus mampu dan mengerti tentang teknologi informasi dan
dapat menerapkannya dalam mengoptimalkan sistem produksi.
Melihat kebelakang mengenai evolusi
rekayasa industri yang dimulai dari tahun 1950 an sampai tahun 1970 an di
tandai dengan berkembangnya pengelolaan kuantitatif dan pada periode ini
pengetahuan yang diterapkan dalam menunjang industri rekayasa adalah berdasar
pada matematika, serta pembuatan model berdasar matematik untuk memperbaiki
hasil produksi.
Sejak tahun 1980 an teknologi
informasi menunjukan perkembangkan yang sangat pesat, dengan dimulainya
komputer digital yang berkemampuan kinerja yang tinggi membawa teknologi
informasi sebagai alat yang dengan cepat mampu membandingkan data data yang
tersimpan dalam database serta dapat mensimulasikan. Pengetahuan tentang
teknologi informasi dapat di gunakan sebagai alat dalam : Reliability
engineering, Value Engineering, Inventory control and production control, Human
engineering.
Tahun 1990 an dengan sering perkembangan teknologi,
teknologi informasi juga berkembang dengan pesat dan banyak diterapkan
diberbagai bidang bisnis. Philosophy Proses reengineering untuk merombak serta
memperbaiki suatu proses bisnis adalah salah satu contoh nya.
Tahun 2000 an teknologi Informasi
merupakan pemicu
