Jumat, 28 Februari 2020

Rekayasa Industri

BAB 1
PENGENALAN DUNIA REKAYASA INDUSTRI

1.1.DEFINISI
Saat ini skenario tekno ekonomi berkembang dengan ditandainya makin meningkatnya persaingan hampir di semua sektor ekonomi. Harapan dari pelanggan yaitu pada peningkatan perencanaan di dalam desain suatu produk manufaktur dan hasil produknya bervariatif  dengan menerapkan “ economic of scale “ untuk menangkap peluang para pelanggan/pengguna. Inilah tantang dari para manufaktur untuk menghasilakan produk yang berkualitas dan tepat waktu serta tepat harga agar para manufaktur tumbuh dan bersaing dengan sehat dipasar. Kebutuhan akan meningkat dengan demikian perusahaan dituntut untuk melakukan efesiensi produktivitas di dalam organisasi.
Dalam hal ini rekayasa industri berperan untuk dapat meningkatkan produktivitas.
Berbagai cara rekayasa industri diterapkan untuk menganalisis serta memperbaiki metode kerja untuk menghilangkan pemborosan dengan mengalokasikan serta menempatkan sumberdaya yang ada diperusahaan dengan tepat
Rekayasa industri adalah sebuah profesi yang mana pengetahuan matematik serta pengetahuan dapat dipelajari, serta pengalaman dapat digunakan untuk memutuskan cara yang paling ekonomis dalam penggunaan bahan, serta sumber daya yang ada dalam perusahaan dengan sebaik baiknya untuk mendapatkan keuntungan serta kebaikan manusia secara umum.
AMERICAN INSTITUTE  of INDUSTRIAL ENGINEERING ( AIIE ), mendifinisikan Rekayasa indusri adalah: sebagai berikut :
“ INDUSTRIAL ENGINEERING IS CONCERNED WITH DESIGN, IMPROVEMENT AND INSTALLATION OF INTEGRATED SYSTEM OF MEN, MATERIALS AND EQUIPMENT. IT DRAWS UPON SPECIALISED KNOWLEDGE AND SKILLS IN MATHEMATICAL, PHYSICAL SCIENCES TOGETHER WITH THE PRINCIPLES AND METHODS OF ENGINEERING ANALYSIS AND DESIGN TO SPECIFY, PREDICT AND EVALUATE THE RESULTS TO BE OBTAINED FROM SUCH SYSTEM” 1).
Tujuan utama dari rekayasa industri adalah meningkatkan produktivitas dengan meniadakan pemborosan dan tidak produktive nya dalam operasi dan penggunaan secara efektif sumberdaya yang ada dalam perusahaan.


 REKAYASA INDUSTRI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Informasi unsur yang sangat penting bahkan sebagai kunci utama untuk mendapatkan sistem yang terpadu /terintegrasi antara satu kegiatan dengan kegiatan  dalam perusahaan bahkan antara entitas dengan entitas.
Rekayasa industri sebagai suatu disiplin ilmu saat ini merupakan terobosan didepan dalam arti mampu untuk mengakomodasi semua informasi baru untuk dapat mengimbangi dan sebagai arahan dalam merencana, mengembangkan pengelolaan, serta pertumbuhan sistem pengelolaan yang semakin kompleks, dan menjadi sarana interaksi antara manusia dengan mesin dan peralatan serta bahan baku dalam suatu sistem produksi. Kemampuan sistem teknologi informasi adalah dapat membantu untuk meningkatkan koordinasi antar departemen atau bagian secara efektif dan menjadikan saling ketergantungan antar departemen terkait. Seorang sarjana teknik industri harus mampu  dan mengerti tentang teknologi informasi dan dapat menerapkannya dalam mengoptimalkan sistem produksi.
Melihat kebelakang mengenai evolusi rekayasa industri yang dimulai dari tahun 1950 an sampai tahun 1970 an di tandai dengan berkembangnya pengelolaan kuantitatif dan pada periode ini pengetahuan yang diterapkan dalam menunjang industri rekayasa adalah berdasar pada matematika, serta pembuatan model berdasar matematik untuk memperbaiki hasil produksi.
Sejak tahun 1980 an teknologi informasi menunjukan perkembangkan yang sangat pesat, dengan dimulainya komputer digital yang berkemampuan kinerja yang tinggi membawa teknologi informasi sebagai alat yang dengan cepat mampu membandingkan data data yang tersimpan dalam database serta dapat mensimulasikan. Pengetahuan tentang teknologi informasi dapat di gunakan sebagai alat dalam : Reliability engineering, Value Engineering, Inventory control and production control, Human engineering.
Tahun 1990 an  dengan sering perkembangan teknologi, teknologi informasi juga berkembang dengan pesat dan banyak diterapkan diberbagai bidang bisnis. Philosophy Proses reengineering untuk merombak serta memperbaiki suatu proses bisnis adalah salah satu contoh nya.
Tahun 2000 an teknologi Informasi merupakan pemicu 

Selasa, 29 Maret 2016

ASSET MANAGEMENT
Dalam dunia industri kita kenal lima asset yang harus kita kelola dengan baik :
1.Asset Phisik , semua asset yang dibeli untuk dapat melakukan proses transformasi dari bahan baku ( raw material ) menjadi produk jadi maupun produk 1/2 jadi. Tolok ukur kinerja nya adal Reliability dan Availibility.
2. Asset Sumberdaya Manusia/Kultur kerja, asset sangat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu Skill, Knowlegde, dan Attitute, Aset SDM harus juga di pelihara, baik Gajih, emolumen, dan benefit fringe , medical treatment, sehingga para karyawan akan betah mengabdikan di perusahan
3. Asset Informasi, dengan kemajuan jaman teknologi informasi, perusahaan memerlukan asset ini untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan perusahaan, mulai dari equipment historical, material data base, Yang saat ini dikenal dengan Computerized maintenance Management System.
4. Asset Financial, asset ini sangatlah penting untuk dapat mendukung operasi dan pemeliharaan sehingga target produksi dapat tercapai, laba dapat diraih dan bisnis dapat dioperasikan dengan biaya yang sekecil mungkin
5.Asset Intengible asset ini merupakan asset yang tidak dapat diukur dengan uang, ini merupakan citra perusahaan,

Kamis, 26 Desember 2013

Manajemen Pemeliharaan
Dalam dunia industri, dimana proses transformasi dari bahan baku menjadi barang jadi maupun barang setengah jadi memerlukan tiga asset utama yaitu : 1) Asset Phisik,2) Asset Human,3)Asset Knowledge.
1.Asset phisik berupa, pompa, kompressor, heat exchanger, boiler, generator, pressure vessel, bangunan gedung, sarana prasarana, yang kesemuanya harus di pelihara dirawat sehingga tetap berfungsi nsesuai dengan fungsinya.
2.Asset Human, adalah sangat penting dan asset inipun harus di rawat dijaga agar para karyawan betah bekerja, diperhatikan gajihnya, benefit fringe, serta elmolument lainnya, dan asset ini tergantung dari tiga aspek yaitu skill, knowledge dan attitudenya
3.Asset Knowlegde dalam era teknologi informasi saat ini semua hal yang berkaitan dengan data dan dokument seluruh operasi industri disimpan dalam satu data based yang perlu juga dirawat
Key performance indicator dari keberhasilan pemeliharaan adalah :
1. Reliability = Jam operasi Mesin / 8760
2.Plant Availibility = Jam Operasi / 8760 - (TI )
dimana TI = technical Inspection yaitu waktu2 yang sudah direncanakan mesin untuk stop
Strategi pemeliharaan adalah bagaimana mengusahakan agar asset phisik dapat tetap dapt menunjang proses produksi, yaitu tindakan untuk pencegahan nya ( failure defense plan ) yang dapat berupa : Pemeliharaan Preventive, Pmeliharaan Predictive, Pemeliharaan Corrective, maupun modifikasi sistem untuk dapat mencegah terulangnya kembali kegagalan

Minggu, 10 November 2013

Jumat, 21 Oktober 2011

Ilmu pengetahuan Bahan ( Material sience )
Ilmu pengetahuan bahan adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dan mempelajari tentang sifat sifat suatu bahan dari segi ilmu kimia, fisika, mekanika, mineral,logam dan plimer. Ilmu bahan sangat penting dalam memenuhi kebutuhan dalam masyarakat Industri. Dengan perkembangan teknologi dan industri sejalan dengan munculnya kreativitas dan tuntutan kebutuhan manusia untuk hidup material science sangatlah menjadi primadona.
Pemindahan Tanah Mekanis
Istilah pemindahan tanah mekanis digunakan untuk perlatan ( Heavy equipment = Alat alat Berat ) yang digunakan untuk melakukan pekerjaan tanah dengan volume yang besar, contoh pekerjaan bendungan besar, pertambangan, persiapan lahan untuk jalan bebas hambatan. Dana yang sangat besar dalam pembangunan  tersebut terserap sebagian besar untuk pekerjaan tanah. Yang dimaksud pekerjaan tanah adalah membongkar, menggali, tanah asli atau menimbun , mengangkut, membuang, memadatkan tanah sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan agar dapat mendukung bangunan diatasnya. Nah pekerjaan tersebut lazim disebut pekerjaan pemindahan tanah. Kalau pekerjaan tanah dilaksanakan dengan alat alat berat biasa disebut : Pekerjaan Tanah mekanis atau pemindahan tanah mekanis.
Dalam pekerjaan yang besar seperti pembuatan bendungan, lapangan terbang , proyek jalan bebas hambatan perlu adannya pengelolaan alat lat berat tersebut dengan baik dengan ,merencanakan kebutuhan peralatan , mengalokasikan dengan benar alat alat tersebut, memelihara agar perlatan dalam performasi yang handal, serta pemilihan metode pelaksanaan yang efektif.

Minggu, 09 Oktober 2011

program optimasi pemeliharaan

Dalam proses produksi kehandalan peralatan dan availibility perlu dipertahankan pada tingkat yang optimal.......salah satu program untuk mengoptimalkan adalah dengan menggunakan metode system equipment reliability priotization ( SERP)yang nantinya akan mendapatkan maintenance priotization index ( MPI ).
Disamping itu perlu juga di lakukan Equipment Audit terhadap peralatan yang nantinya akan di temukan perihal yang perlu ditindaklanjuti yang berupa task. Dalam metode SERP hrus ditentukan dulu boundry systemnya sehingga dapat ditentukan system criticality  ranking ( SCR ), yang ini dipengaruhi oleh enam faktor: 1) Product Throughput ( PT ), 2)Product Quality ( PQ),3) Cost Related ( CR ), 4)Regulatory Compliance,5) Safety Factor ( SF ), dan 6) Plant Effeciency,. Dengan  menambahkan kwadrat dari masing masing faktor tersebut  dan di bagi enam serta di akarkan di dapat nilai SCR. tentunya masing masing faktor tersebut di nilai dahulu dengan penilaian antara 1- 10. Setelah mendapatkan SCR ditentukan Operational Critical Ranking( OCR). Hasill kali SCR dengan OCR adalah Asset Critical Ranking ( ACR). Maintenance Priotization Index didapat dari hasil perkalian ACR dengan Asset Failure Probability Factor ( AFPF). Nilai inilah yang digunakan untuk menyatakan apakah peralatan tersebut critical atau tidak dalam sistem.
Dengan mengetahui kekritisan peralatan dapat ditelusuri tentang kegagalan dari peralatan dengan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis ( FMEA ), dan Root Cause Failure Analysis (RCFA ), dari sini akan didapat failure defense task yang berupa task preventive maintenance, predictive maintenance, corrective maintenance, proactive maintenance. Dengan melakukan tindakan tersebut diharapkan kegagalan operasi tidak terulang kembali.