Minggu, 09 Oktober 2011

program optimasi pemeliharaan

Dalam proses produksi kehandalan peralatan dan availibility perlu dipertahankan pada tingkat yang optimal.......salah satu program untuk mengoptimalkan adalah dengan menggunakan metode system equipment reliability priotization ( SERP)yang nantinya akan mendapatkan maintenance priotization index ( MPI ).
Disamping itu perlu juga di lakukan Equipment Audit terhadap peralatan yang nantinya akan di temukan perihal yang perlu ditindaklanjuti yang berupa task. Dalam metode SERP hrus ditentukan dulu boundry systemnya sehingga dapat ditentukan system criticality  ranking ( SCR ), yang ini dipengaruhi oleh enam faktor: 1) Product Throughput ( PT ), 2)Product Quality ( PQ),3) Cost Related ( CR ), 4)Regulatory Compliance,5) Safety Factor ( SF ), dan 6) Plant Effeciency,. Dengan  menambahkan kwadrat dari masing masing faktor tersebut  dan di bagi enam serta di akarkan di dapat nilai SCR. tentunya masing masing faktor tersebut di nilai dahulu dengan penilaian antara 1- 10. Setelah mendapatkan SCR ditentukan Operational Critical Ranking( OCR). Hasill kali SCR dengan OCR adalah Asset Critical Ranking ( ACR). Maintenance Priotization Index didapat dari hasil perkalian ACR dengan Asset Failure Probability Factor ( AFPF). Nilai inilah yang digunakan untuk menyatakan apakah peralatan tersebut critical atau tidak dalam sistem.
Dengan mengetahui kekritisan peralatan dapat ditelusuri tentang kegagalan dari peralatan dengan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis ( FMEA ), dan Root Cause Failure Analysis (RCFA ), dari sini akan didapat failure defense task yang berupa task preventive maintenance, predictive maintenance, corrective maintenance, proactive maintenance. Dengan melakukan tindakan tersebut diharapkan kegagalan operasi tidak terulang kembali.

Tidak ada komentar: