Jumat, 21 Oktober 2011

Ilmu pengetahuan Bahan ( Material sience )
Ilmu pengetahuan bahan adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dan mempelajari tentang sifat sifat suatu bahan dari segi ilmu kimia, fisika, mekanika, mineral,logam dan plimer. Ilmu bahan sangat penting dalam memenuhi kebutuhan dalam masyarakat Industri. Dengan perkembangan teknologi dan industri sejalan dengan munculnya kreativitas dan tuntutan kebutuhan manusia untuk hidup material science sangatlah menjadi primadona.
Pemindahan Tanah Mekanis
Istilah pemindahan tanah mekanis digunakan untuk perlatan ( Heavy equipment = Alat alat Berat ) yang digunakan untuk melakukan pekerjaan tanah dengan volume yang besar, contoh pekerjaan bendungan besar, pertambangan, persiapan lahan untuk jalan bebas hambatan. Dana yang sangat besar dalam pembangunan  tersebut terserap sebagian besar untuk pekerjaan tanah. Yang dimaksud pekerjaan tanah adalah membongkar, menggali, tanah asli atau menimbun , mengangkut, membuang, memadatkan tanah sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan agar dapat mendukung bangunan diatasnya. Nah pekerjaan tersebut lazim disebut pekerjaan pemindahan tanah. Kalau pekerjaan tanah dilaksanakan dengan alat alat berat biasa disebut : Pekerjaan Tanah mekanis atau pemindahan tanah mekanis.
Dalam pekerjaan yang besar seperti pembuatan bendungan, lapangan terbang , proyek jalan bebas hambatan perlu adannya pengelolaan alat lat berat tersebut dengan baik dengan ,merencanakan kebutuhan peralatan , mengalokasikan dengan benar alat alat tersebut, memelihara agar perlatan dalam performasi yang handal, serta pemilihan metode pelaksanaan yang efektif.

Minggu, 09 Oktober 2011

program optimasi pemeliharaan

Dalam proses produksi kehandalan peralatan dan availibility perlu dipertahankan pada tingkat yang optimal.......salah satu program untuk mengoptimalkan adalah dengan menggunakan metode system equipment reliability priotization ( SERP)yang nantinya akan mendapatkan maintenance priotization index ( MPI ).
Disamping itu perlu juga di lakukan Equipment Audit terhadap peralatan yang nantinya akan di temukan perihal yang perlu ditindaklanjuti yang berupa task. Dalam metode SERP hrus ditentukan dulu boundry systemnya sehingga dapat ditentukan system criticality  ranking ( SCR ), yang ini dipengaruhi oleh enam faktor: 1) Product Throughput ( PT ), 2)Product Quality ( PQ),3) Cost Related ( CR ), 4)Regulatory Compliance,5) Safety Factor ( SF ), dan 6) Plant Effeciency,. Dengan  menambahkan kwadrat dari masing masing faktor tersebut  dan di bagi enam serta di akarkan di dapat nilai SCR. tentunya masing masing faktor tersebut di nilai dahulu dengan penilaian antara 1- 10. Setelah mendapatkan SCR ditentukan Operational Critical Ranking( OCR). Hasill kali SCR dengan OCR adalah Asset Critical Ranking ( ACR). Maintenance Priotization Index didapat dari hasil perkalian ACR dengan Asset Failure Probability Factor ( AFPF). Nilai inilah yang digunakan untuk menyatakan apakah peralatan tersebut critical atau tidak dalam sistem.
Dengan mengetahui kekritisan peralatan dapat ditelusuri tentang kegagalan dari peralatan dengan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis ( FMEA ), dan Root Cause Failure Analysis (RCFA ), dari sini akan didapat failure defense task yang berupa task preventive maintenance, predictive maintenance, corrective maintenance, proactive maintenance. Dengan melakukan tindakan tersebut diharapkan kegagalan operasi tidak terulang kembali.